Kerja di Bank (Bagian 1)

Apapun profesi anda,  saya berani bertaruh kalau pasti minimal sebulan sekali anda berhubungan dengan bank.  Anda mungkin datang ke cabangnya, berkunjung ke ATM-nya , menelefon customer service-nya, menggesek kartu kredit dan atau kartu debit-nya atau bila sudah PD anda mungkin mengaksesnya lewat internet. Dengan kata lain selain rumah,kantor, kampus  dan rumah ibadat anda, tempat yang paling sering anda kunjungi adalah bank.

Tempat yang bernama bank ini sebenarnya biasa saja, tidak banyak bedanya dengan kantor-kantor perusahaan lain.  Ada pegawai, furnitur, komputer & jaringannya serta hal-hal lain yang biasa kita temui di sebuah kantor.  Pembeda utama biasanya adalah satu atau lebih mesin ATM.  Satu-satunya kantor selain bank yang memiliki mesin ATM sendiri yang pernah saya temui adalah gedung Bank Indonesia :) .

Bank secara bebas dapat disejajarkan dengan profesi makelar, brooker, pialang, perantara atau calo.  Seperti yang kita tahu, makelar berfungsi untuk mempertemukan dua pihak yang saling membutuhkan.  Pertemuan ini biasanya sulit terjadi apabila tidak ada pihak yang menjembatani.

Pihak-pihak mana yang dipertemukan oleh bank?  Secara sederhana ada dua yaitu:

  1. Pihak yang membutuhkan uang/dana
  2. Pihak yang kelebihan uang/dana

Bank mempertemukan dua pihak ini dengan cara mengumpulkan dana dari pihak yang memiliki dana dan menyalurkan kredit kepada pihak yang membutuhkan dana.  Sederhana kan?  Bila anda sudah mengerti ini maka 50% pengetahuan yang dibutuhkan untuk bekerja di bank sudah anda miliki :)